ZONA INTEGRITAS

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Selasa, 13 Oktober 2026

Ditlantas Polda Sumbar, Kebersamaan Pimpinan dan Anggota Menjadi Energi Positif dalam Menjalankan Tugas

DITLANTAS POLDA SUMBAR | Suasana penuh keakraban terlihat dalam dokumentasi perayaan ulang tahun Komandan di lingkungan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat. Rangkaian foto memperlihatkan kebersamaan personel, pemberian ucapan selamat, serta prosesi pemotongan kue yang berlangsung dalam suasana hangat pada Senin, 12 Oktober 2026.

Momen tersebut menghadirkan gambaran sisi humanis kehidupan di lingkungan kepolisian. Di balik seragam dan tanggung jawab kedinasan, hubungan kekeluargaan tetap menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi, memperkuat kebersamaan, serta menjaga suasana kerja yang kondusif.

Dalam dokumentasi yang tersedia, tampak sejumlah personel berkumpul untuk memberikan ucapan kepada Komandan yang sedang merayakan hari ulang tahun. Dekorasi bernuansa biru dan putih serta suasana penuh senyum menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

Kebersamaan juga terlihat ketika seorang perempuan mendampingi prosesi pemotongan kue. Momen ini memperlihatkan suasana akrab yang menjadi bagian dari perayaan, sekaligus menggambarkan pentingnya penghargaan dan perhatian di lingkungan kerja.

Bagi institusi kepolisian, soliditas bukan hanya tentang keseragaman dalam menjalankan tugas. Soliditas juga menyangkut kemampuan membangun komunikasi yang baik, menghormati satu sama lain, serta menjaga komitmen bersama dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menjadi figur pimpinan yang perlu ditempatkan dalam konteks tanggung jawab organisasi dan pelayanan lalu lintas. Namun, keterlibatan langsung beliau dalam acara pada foto perlu dipastikan melalui keterangan resmi penyelenggara sebelum diberitakan sebagai fakta.

Direktorat Lalu Lintas memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Pekerjaan tersebut menuntut koordinasi antarpersonel, penguasaan tugas, serta kemampuan menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di jalan raya.

Di tengah tingginya aktivitas masyarakat, personel Polantas harus mampu hadir dengan pendekatan yang profesional dan humanis. Pengaturan lalu lintas, penanganan kecelakaan, edukasi keselamatan berkendara, serta penegakan hukum membutuhkan sikap tegas yang tetap mengedepankan pelayanan.

Karena itu, kebersamaan di lingkungan internal semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai kekeluargaan perlu diwujudkan dalam kerja sama yang nyata, kedisiplinan, kepatuhan terhadap prosedur, dan kesediaan membantu rekan ketika menghadapi tantangan tugas.

Hubungan yang baik antara pimpinan dan anggota juga berperan dalam membangun iklim kerja yang sehat. Komunikasi terbuka, arahan yang jelas, serta keteladanan dalam bertindak menjadi unsur penting untuk menjaga profesionalisme organisasi.

Di sisi lain, masyarakat tetap menjadi orientasi utama pelayanan kepolisian. Keberhasilan jajaran lalu lintas tidak cukup diukur dari kegiatan internal, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan rasa aman, memberikan informasi yang jelas, serta menangani persoalan masyarakat secara cepat dan bertanggung jawab.

Keselamatan berkendara merupakan salah satu tantangan yang terus membutuhkan perhatian. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, penggunaan helm berstandar, pemakaian sabuk keselamatan, dan larangan menggunakan telepon genggam ketika mengemudi harus terus disosialisasikan kepada masyarakat.

Penegakan hukum juga perlu dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Konsistensi dalam menjalankan aturan menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas.

Dalam konteks tersebut, soliditas personel Ditlantas Polda Sumbar mempunyai arti strategis. Setiap anggota perlu memahami tugas dan kewenangannya, menjaga integritas, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun mencederai kepercayaan terhadap institusi.

Perayaan ulang tahun Komandan sebagaimana tergambar dalam foto dapat menjadi pengingat bahwa penghargaan terhadap sesama merupakan bagian dari kehidupan organisasi. Suasana kekeluargaan yang positif diharapkan mendukung semangat bekerja dan meningkatkan kepedulian antarpersonel.

Namun, profesionalisme tetap menjadi ukuran utama pengabdian. Setiap kegiatan internal hendaknya berjalan seimbang dengan pelaksanaan tugas di lapangan, terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.

Bagi jajaran Polantas, tantangan ke depan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, kemampuan beradaptasi, dan pendekatan pelayanan yang semakin responsif. Masyarakat membutuhkan petugas yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu memberikan penjelasan secara santun dan bertindak secara adil.

Kekompakan organisasi juga harus tercermin melalui sikap sederhana dalam keseharian. Menghormati masyarakat, membantu pengguna jalan yang mengalami kesulitan, serta memberikan pelayanan tanpa diskriminasi merupakan bentuk pengabdian yang dapat dirasakan secara langsung.

Momentum kebersamaan seperti ini pada akhirnya memperoleh makna lebih luas ketika menjadi dorongan untuk memperkuat integritas dan tanggung jawab. Hubungan yang harmonis di internal kepolisian perlu berjalan seiring dengan keterbukaan terhadap evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan semangat kebersamaan, jajaran lalu lintas diharapkan terus menjaga komitmen terhadap keselamatan dan ketertiban di jalan raya. Setiap personel memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan yang profesional, humanis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT. Kebersamaan, disiplin, dan integritas harus terus menjadi landasan pengabdian Polantas dalam menghadirkan pelayanan yang aman, tertib, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

TIM RMO

TMMD/N Reguler ke-130 Resmi Dibuka Wali Kota Riyanda Putra di Lapangan Bola Talawai, Sawahlunto, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat

TMMD/N Reguler ke-130 Resmi Dibuka Wali Kota Riyanda Putra di Lapangan Bola Talawai, Sawahlunto, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat

Dansatgas Letkol Inf Dicky Sakti Maulana Pimpin Pelaksanaan TMMD/N ke-130 di Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Fokus Pembangunan Fisik dan Nonfisik

SAWAHLUNTO — Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali menjadi perhatian melalui pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) Reguler ke-130 di Lapangan Bola Talawai, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Selasa (13/10/2026). Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan.

Pembukaan TMMD/N Reguler ke-130 berlangsung melalui upacara resmi yang dihadiri jajaran TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjawab kebutuhan pembangunan di tengah masyarakat.

Program TMMD/N bukan sekadar agenda pembangunan rutin. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat untuk membangun wilayah, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Indonesia.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, S.IP., dalam sambutannya menegaskan bahwa TMMD merupakan salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, sinergi antara TNI dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

“Program TMMD merupakan salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus wujud sinergi antara pemerintah daerah dengan jajaran TNI dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan,” ujar Riyanda Putra.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah memiliki peran dalam mendukung kebijakan dan kebutuhan pembangunan, sementara TNI turut berkontribusi melalui pelaksanaan program terpadu yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Dansatgas TMMD/N Reguler ke-130, Letkol Inf Dicky Sakti Maulana, S.Hub.Int., menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD mencakup pembangunan fisik dan nonfisik. Kedua aspek tersebut dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui perbaikan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui penguatan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Pada sektor fisik, kegiatan TMMD/N dapat mencakup pembangunan maupun peningkatan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, sarana ibadah, dan fasilitas pendidikan sesuai dengan sasaran program. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat membantu memperlancar mobilitas warga, mendukung akses terhadap pelayanan dasar, serta menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Pembangunan infrastruktur memiliki arti penting bagi masyarakat pedesaan. Akses jalan yang baik, misalnya, dapat membantu memperlancar distribusi hasil pertanian dan usaha warga. Sementara itu, sarana umum yang layak dapat mendukung aktivitas sosial, pendidikan, dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Namun, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari hasil pekerjaan fisik. Aspek nonfisik juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD/N, karena pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial, kesadaran bersama, serta kemampuan untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.

Melalui kegiatan nonfisik, program TMMD/N diarahkan untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, dan kemasyarakatan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama.

Letkol Inf Dicky Sakti Maulana juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam menyukseskan program tersebut. Partisipasi warga menjadi salah satu faktor penting karena masyarakat merupakan penerima manfaat langsung dari hasil pembangunan yang dilaksanakan di wilayah sasaran TMMD/N.

Keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan juga dapat memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas yang tersedia. Dengan demikian, hasil program tidak hanya dimanfaatkan selama kegiatan berlangsung, tetapi diharapkan dapat dirawat dan dijaga bersama agar manfaatnya bertahan dalam jangka panjang.

Sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan TMMD/N Reguler ke-130. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menyatukan kebutuhan di lapangan dengan dukungan lintas sektor, sehingga sasaran pembangunan dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga.

Bagi Kota Sawahlunto, pelaksanaan program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang menjangkau masyarakat hingga wilayah pedesaan. Peningkatan infrastruktur dan penguatan kehidupan sosial diharapkan dapat membuka peluang bagi aktivitas ekonomi, memperbaiki akses masyarakat, serta mendukung peningkatan kualitas hidup warga.

Meski demikian, keberhasilan TMMD/N pada akhirnya perlu dilihat dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, baik melalui hasil pembangunan fisik maupun dampak kegiatan nonfisik. Dukungan pemerintah daerah, pelaksanaan tugas yang terarah, serta partisipasi aktif warga akan menjadi unsur penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Dengan resmi dibukanya TMMD/N Reguler ke-130 di Lapangan Bola Talawai, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, diharapkan semangat gotong royong semakin kuat dan hubungan TNI dengan masyarakat semakin erat. Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan yang bermanfaat, tetapi juga meninggalkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah menuju Sawahlunto yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

TNI MANUNGGAL BERSAMA RAKYAT, MEMBANGUN NAGARI UNTUK KEMAJUAN NEGERI.

Minggu, 11 Oktober 2026

Kapolres AKBP Agung Tribawanto Tegaskan Penegakan Hukum, Satreskrim Polres Pasbar Ungkap Pencurian Komponen Excavator Rp50 Juta

Kapolres AKBP Agung Tribawanto Tegaskan Penegakan Hukum, Satreskrim Polres Pasbar Ungkap Pencurian Komponen Excavator Rp50 Juta

PASAMAN BARAT | Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial YA (22), yang diduga terlibat dalam pencurian panel dan komponen elektrik komputer pada alat berat jenis excavator. Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan kehilangan milik seorang warga di wilayah Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Minggu (11/10/2026).

Pengungkapan perkara ini berada dalam penanganan Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H. Melalui jajaran Satreskrim, kepolisian melakukan penelusuran terhadap dugaan tindak pidana tersebut hingga memperoleh informasi mengenai keberadaan orang yang dicurigai terlibat.

Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan YA. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari perkembangan penanganan perkara yang kini berlanjut pada proses penyidikan untuk mendalami peristiwa dan peran terduga pelaku.

Kasus ini bermula pada Sabtu (10/10/2026), sekitar pukul 11.58 WIB, di Jorong Kartini Labuah Baru, Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Saat memeriksa excavator miliknya yang terparkir di ruas jalan kawasan tersebut, korban Handro Donal mendapati panel dan komponen elektrik alat berat yang sebelumnya terpasang telah hilang dari tempatnya.

Kehilangan dua komponen tersebut mendorong korban melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pasaman Barat. Laporan tersebut kemudian menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan penyelidikan, mengumpulkan informasi awal, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna menelusuri kemungkinan pelaku dan keberadaan barang yang hilang.

Dari hasil penelusuran awal, petugas memperoleh informasi bahwa barang yang diduga berkaitan dengan pencurian tersebut hendak dijual kepada seseorang di kawasan Kecamatan Luhak Nan Duo. Informasi itu selanjutnya ditindaklanjuti oleh Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin Ipda Algino Ganaro untuk melacak keberadaan YA.

Pencarian mengarah ke sebuah rumah kontrakan di RT 05 Ophir Barat, Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo. Di lokasi tersebut, petugas mengamankan YA pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan, sementara proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dilanjutkan oleh penyidik.

Dalam pemeriksaan awal, YA disebut mengakui perbuatannya. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit panel excavator dan satu komponen elektrik excavator yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Meski demikian, pembuktian mengenai tindak pidana dan pertanggungjawaban pelaku tetap menjadi bagian dari proses hukum yang harus dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil mencapai Rp50 juta. Nilai kerugian tersebut menjadi salah satu unsur yang perlu didalami dalam penyidikan, termasuk memastikan keterkaitan barang bukti dengan laporan korban serta melengkapi keterangan saksi dan bukti pendukung lainnya.

Saat ini, YA bersama barang bukti telah dibawa ke Mapolres Pasaman Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penanganan perkara tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan ketentuan hukum yang berlaku. Polres Pasaman Barat mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui tindak pidana atau menemukan informasi yang relevan, sehingga keamanan lingkungan dan perlindungan terhadap harta benda masyarakat dapat terus dijaga.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT

TIM RMO

Jumat, 09 Oktober 2026

Empat Pendulang Emas Tewas Tertimbun Longsor di Solok Selatan, Kapolres AKBP Andreanaldo Ademi Tegaskan Penindakan PETI

Empat Pendulang Emas Tewas Tertimbun Longsor di Solok Selatan, Kapolres AKBP Andreanaldo Ademi Tegaskan Penindakan PETI

POLRES SOLOK SELATAN | Dini hari yang seharusnya menjadi waktu beristirahat berubah menjadi tragedi bagi empat warga Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Di kawasan Sungai Paik Hulu, Pamong Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Selasa (6/10/2026), tanah dan bebatuan dari tebing yang terjal tiba-tiba runtuh, menimbun empat pendulang emas tradisional yang tengah mencari nafkah. Upaya pertolongan tidak mampu menyelamatkan nyawa mereka. Empat orang meninggal dunia, meninggalkan duka bagi keluarga sekaligus peringatan serius tentang keselamatan di lokasi penggalian emas.

Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikannya, longsor terjadi sekitar pukul 01.00 WIB ketika para korban sedang mengambil material di kawasan tebing. Tanpa banyak waktu untuk menyelamatkan diri, keempat pekerja tertimbun material tanah bercampur batu yang runtuh dari bagian tebing.

Pekerja lain yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, tebalnya timbunan material dan kondisi medan menyulitkan proses penyelamatan. Lokasi penambangan yang berada jauh di dalam kawasan hutan juga menjadi tantangan tersendiri. Para korban akhirnya berhasil dievakuasi oleh sesama pendulang sekitar pukul 05.00 WIB, kemudian dibawa ke rumah duka masing-masing.

Empat korban yang meninggal dunia merupakan warga setempat. Mereka adalah Defriadi (40), warga Jorong Kampuang Dalam, Nagari Lubuk Gadang Utara; Rafli (35), warga Jorong Sariak Taba, Nagari Lubuk Gadang; serta Dani (25) dan Zul Fatrianto (35), warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur. Seluruhnya berasal dari Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Di balik nama-nama tersebut, ada keluarga yang kehilangan anggota keluarga dan masyarakat yang harus menerima kenyataan pahit akibat musibah tersebut.

Bagi warga yang menggantungkan penghasilan pada pencarian emas, kawasan penggalian menjadi tempat mencari nafkah. Namun, ketika aktivitas berlangsung di tebing curam tanpa pengamanan memadai, risiko keselamatan dapat berubah menjadi ancaman mematikan. Dalam kejadian ini, material yang menimbun para korban disebut berasal dari hasil galian pendulang selama mencari emas secara tradisional. Penggalian pada bagian bawah perbukitan berpotensi mengganggu kestabilan tanah, meskipun penyebab teknis longsor tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tragedi di Sungai Paik Hulu pun menempatkan persoalan keselamatan pendulang dan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dalam sorotan. Persoalannya bukan semata-mata bagaimana emas diperoleh, melainkan juga bagaimana risiko terhadap manusia dan lingkungan dapat dicegah. Lokasi terpencil, akses pertolongan yang sulit, serta kondisi tanah dan tebing yang berpotensi tidak stabil merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian serius sebelum korban berikutnya berjatuhan.

Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi menegaskan bahwa jajarannya selama ini melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI di wilayah hukumnya. Ia mengakui bahwa lokasi penambangan yang tersembunyi dan sulit dijangkau menjadi tantangan dalam penegakan hukum. Meski demikian, kepolisian menyatakan tetap menjalankan tindakan terhadap aktivitas yang diduga melanggar hukum, termasuk pembakaran pondok tambang liar dan penyitaan peralatan kerja.

Hingga Oktober 2026, kepolisian setempat menyebut telah melakukan razia di belasan lokasi yang diduga menjadi tempat praktik penambangan emas ilegal. Kapolres menegaskan komitmen untuk melanjutkan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin. Langkah ini penting, tetapi pencegahan juga membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama terhadap lokasi berbahaya yang berpotensi mengancam jiwa. Penanganan yang efektif perlu didukung informasi lapangan, pengawasan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Di sinilah semangat “POLRI BERSAMA MASYARAKAT” harus hadir dalam tindakan nyata. Masyarakat dapat membantu mencegah tragedi serupa dengan melaporkan aktivitas penggalian yang mencurigakan atau kondisi tebing yang membahayakan kepada aparat dan pemerintah setempat. Informasi warga perlu ditindaklanjuti secara profesional, sementara upaya penertiban harus mengutamakan keselamatan, kepastian hukum, dan perlindungan masyarakat. Kerja sama tersebut bukan untuk menyudutkan warga yang mencari nafkah, melainkan untuk mencegah aktivitas berbahaya dan mengurangi risiko kehilangan nyawa.

Tragedi yang menewaskan Defriadi, Rafli, Dani, dan Zul Fatrianto menjadi pengingat bahwa keselamatan manusia tidak boleh ditempatkan di bawah kepentingan memperoleh hasil tambang. Penegakan hukum terhadap PETI, edukasi mengenai bahaya penggalian, pengawasan lokasi rawan, dan kepedulian masyarakat perlu berjalan beriringan. Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi bersama jajarannya menghadapi tantangan penertiban di medan yang sulit, sementara dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. POLRI BERSAMA MASYARAKAT harus diwujudkan melalui kerja sama yang melindungi kehidupan, menjaga lingkungan, dan mencegah keluarga lain mengalami duka serupa.

TIM RMO

Senin, 05 Oktober 2026

HUT TNI di Tengah Kabut Asap, Kasdam XXII/Tambun Bungai Tegaskan Semangat Pengabdian Tak Surut

PALANGKA RAYA | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kalimantan Tengah berlangsung dalam suasana sederhana. Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, semangat pengabdian prajurit justru tetap terlihat kuat.Suasana peringatan HUT TNI kali ini menjadi gambaran bahwa tugas pengabdian tidak berhenti hanya karena kondisi di lapangan menghadapi berbagai tantangan.Kasdam XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Sugiyono, hadir dalam rangkaian peringatan tersebut. Kehadirannya sekaligus memperlihatkan komitmen jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai dalam menjaga soliditas dan sinergi bersama berbagai unsur di Kalimantan Tengah.

Di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, prajurit TNI tetap menjalankan tugas. Mereka bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan kehadiran aparat di lapangan.

Kasdam Hadir di Tengah Prajurit

Peringatan HUT TNI tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi setiap prajurit untuk terus menjaga profesionalisme sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Kasdam XXII/Tambun Bungai menjadi salah satu sosok yang hadir dalam momentum tersebut. Kebersamaan dengan prajurit dan unsur terkait menunjukkan bahwa semangat pengabdian harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun.

Sinergi TNI dan Polri juga menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kalimantan Tengah.

Keduanya tidak hanya bersinergi dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat.

Pengabdian Tak Terhenti oleh Kabut Asap

Kondisi kabut asap akibat karhutla menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Kalimantan Tengah.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah para prajurit dalam menjalankan tugas.

Di tengah kabut asap, semangat pengabdian tidak ikut meredup.

TNI tetap hadir bersama rakyat. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga keamanan, membantu masyarakat, sekaligus mendukung pemerintah dalam menghadapi berbagai situasi di daerah.

Peringatan HUT TNI akhirnya bukan sekadar tentang bertambahnya usia institusi.

Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI tumbuh dari rakyat, bersama rakyat, dan diabdikan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Dari Kalimantan Tengah, semangat pengabdian itu terus menyala.

TNI kuat bersama rakyat.

Bersinergi untuk Indonesia.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Apresiasi Pengabdian Prajurit TNI

DITLANTAS POLDA SUMBAR | Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum untuk memberikan penghormatan terhadap perjalanan panjang pengabdian prajurit dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI sekaligus menegaskan pentingnya sinergitas TNI-Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, Senin, 5 Oktober 2026.

Momentum HUT ke-81 TNI tidak sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia institusi pertahanan negara. Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi ruang untuk mengenang pengabdian panjang prajurit yang telah menjalankan tugas di berbagai medan demi menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia.

Bagi Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, kekuatan TNI memiliki hubungan erat dengan rakyat. Sebab, keberadaan prajurit di tengah masyarakat merupakan bagian dari wajah negara yang hadir memberikan perlindungan, rasa aman dan pengabdian.

Pesan “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” menjadi refleksi penting dalam peringatan tahun ini. Kekuatan pertahanan akan semakin kokoh ketika dibangun bersama masyarakat yang memiliki kepercayaan terhadap institusi negara.

Semangat tersebut juga memiliki keterkaitan kuat dengan pelaksanaan tugas Polri. TNI dan Polri memang memiliki fungsi berbeda, namun keduanya memiliki tujuan besar yang sama dalam menjaga stabilitas nasional serta memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman.

Sinergitas TNI-Polri, menurut Dirlantas Polda Sumbar, harus terus dirawat melalui komunikasi, koordinasi dan kolaborasi. Soliditas kedua institusi bukan hanya diperlukan dalam menghadapi persoalan keamanan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat.

Di Sumatera Barat, kebersamaan TNI dan Polri menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Kehadiran aparat yang mampu bekerja bersama akan memberikan rasa percaya kepada masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan negara dalam merespons berbagai persoalan.

Dalam bidang lalu lintas, sinergi tersebut juga memiliki arti strategis. Keamanan dan ketertiban di jalan raya membutuhkan keterlibatan banyak unsur, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat sebagai pengguna jalan.

Ditlantas Polda Sumbar terus mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugas. Penegakan hukum lalu lintas tidak hanya diarahkan untuk memberikan sanksi terhadap pelanggaran, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar keselamatan menjadi kebutuhan bersama.

Di sinilah semangat pengabdian TNI kepada rakyat memiliki nilai yang dapat menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur negara. Pelayanan harus diberikan dengan ketulusan, profesionalisme dan tanggung jawab tanpa mengabaikan ketegasan dalam menjalankan aturan.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menciptakan keamanan. Aparat tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat yang memiliki kesadaran hukum dan kepedulian terhadap lingkungan.

Karena itu, peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum memperkuat hubungan antara aparat dengan masyarakat. TNI dan Polri harus terus hadir bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga melalui langkah pencegahan, pembinaan dan pelayanan.

Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro juga menjadi bagian dari jajaran Ditlantas Polda Sumbar dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian lalu lintas. Penguatan koordinasi internal dan eksternal menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Dalam konteks kebangsaan, TNI dan Polri merupakan dua institusi yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas negara. Ketika keduanya solid dan bekerja sesuai tugas pokok masing-masing, masyarakat menjadi pihak yang memperoleh manfaat paling besar.

HUT ke-81 TNI juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa tidak selalu berbentuk ancaman fisik. Persoalan sosial, bencana, kecelakaan lalu lintas, gangguan ketertiban dan berbagai masalah kemasyarakatan membutuhkan kehadiran negara yang cepat, profesional dan humanis.

Karena itu, semangat TNI untuk rakyat dan Polri untuk masyarakat harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Pengabdian tidak berhenti pada slogan, tetapi terlihat dari seberapa besar kehadiran aparat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar, keselamatan masyarakat menjadi salah satu bentuk konkret pelayanan. Setiap langkah dalam membangun budaya tertib berlalu lintas pada hakikatnya merupakan upaya menjaga kehidupan manusia.

Peringatan HUT ke-81 TNI juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan. Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, kebersamaan antara aparat dan rakyat merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga keutuhan NKRI.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI atas dedikasi yang telah diberikan kepada bangsa dan negara. Semangat pengabdian tersebut diharapkan terus menjadi energi dalam membangun Indonesia yang aman, kuat dan berdaulat.

Pada akhirnya, HUT ke-81 TNI bukan hanya tentang perjalanan sebuah institusi, tetapi juga tentang pengabdian manusia kepada bangsa. Dari prajurit yang menjaga kedaulatan hingga polisi yang memberikan pelayanan di jalan raya, seluruh pengabdian tersebut memiliki satu tujuan: memberikan rasa aman dan menghadirkan negara untuk rakyat. Selamat HUT ke-81 TNI. TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT

TIM RMO

Minggu, 04 Oktober 2026

Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari Amankan Dugaan Tambang Tanpa Izin di Korong Tarok, R dan Excavator Diamankan

Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari Amankan Dugaan Tambang Tanpa Izin di Korong Tarok, R dan Excavator Diamankan

POLRES PADANG PARIAMAN | Dugaan kegiatan penambangan tanpa izin di Korong Tarok, Kabupaten Padang Pariaman, berujung pada tindakan kepolisian. Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Tim Tipidter Satreskrim Polres Padang Pariaman melakukan penindakan dan mengamankan seorang pria berinisial R, bersama satu unit excavator yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Penanganan perkara tersebut berada dalam koordinasi Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari, S.H., S.I.K., M.I.K., kemudian dilaksanakan melalui Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman AKP Nedra Wati, S.H., M.H., yang meneruskan penanganan teknis kepada Kanit Tipidter Ipda Azan Fujiyanto, S.H., M.H.

Kanit Tipidter Ipda Azan Fujiyanto, S.H., M.H. membenarkan adanya penangkapan tersebut setelah pihaknya melakukan konfirmasi kepada Kapolres Padang Pariaman. Keterangan itu memastikan bahwa penindakan terhadap dugaan kegiatan penambangan tanpa izin di Korong Tarok memang telah dilakukan.

Dalam penindakan tersebut, satu orang berinisial R telah diamankan di Polres Padang Pariaman. Tidak hanya orang, satu unit excavator juga telah diamankan dan menjadi barang bukti yang berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.

Pengamanan R dan alat berat tersebut menjadi langkah awal bagi penyidik untuk mengurai secara lebih mendalam aktivitas yang berlangsung di Korong Tarok. Pemeriksaan selanjutnya diperlukan untuk mengetahui keterkaitan R dengan kegiatan tersebut serta hubungan excavator dengan aktivitas yang diduga merupakan penambangan tanpa izin.

Perkara ini juga tidak semata-mata berhenti pada siapa yang diamankan. Tim Tipidter perlu mendalami bagaimana kegiatan berlangsung, siapa yang bertanggung jawab, serta apakah terdapat pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas tersebut. Semua itu akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang sah.

Dari perspektif kepentingan masyarakat, dugaan penambangan tanpa izin menjadi persoalan yang perlu ditangani secara serius karena menyangkut legalitas pemanfaatan sumber daya alam. Apabila dalam proses penyidikan ditemukan unsur pelanggaran, penanganannya harus dilanjutkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Keberadaan excavator yang kini telah diamankan juga menjadi bagian penting dalam proses pembuktian. Penyidik dapat mendalami fungsi dan keterkaitan alat tersebut dengan aktivitas di lokasi, sementara kesimpulan mengenai peran alat maupun pihak-pihak yang terlibat tetap harus menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Ipda Azan Fujiyanto, S.H., M.H. menyampaikan bahwa informasi lebih lanjut mengenai perkara tersebut akan disampaikan melalui rilis Kapolres Padang Pariaman yang direncanakan pada Kamis. Rilis tersebut diharapkan memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai perkembangan perkara, status R, barang bukti excavator, serta kemungkinan pengembangan kasus.

Penindakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, menjadi langkah awal kepolisian dalam menangani dugaan aktivitas penambangan tanpa izin di Korong Tarok. Kini perhatian publik tertuju pada proses pendalaman Tim Tipidter Reskrim Polres Padang Pariaman untuk mengungkap perkara secara utuh, profesional, dan berdasarkan bukti. R tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan hukum yang berkekuatan tetap.

Katim RMO Group | Wyndoee


Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi