Nelayan Ketaping Sambut Pengembangan Kawasan Pesisir, Harapan Kesejahteraan Makin Terbuka - ZONA INTEGRITAS

Senin, 21 September 2026

Nelayan Ketaping Sambut Pengembangan Kawasan Pesisir, Harapan Kesejahteraan Makin Terbuka

PDG.PARIAMAN | Bagi masyarakat nelayan Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, laut bukan sekadar tempat mencari ikan. Di hamparan laut itulah sebagian masyarakat menggantungkan kehidupan, memenuhi kebutuhan keluarga, serta menjaga keberlangsungan mata pencaharian yang telah dijalani dari waktu ke waktu. Karena itu, rencana pengembangan kawasan nelayan pesisir disambut dengan harapan oleh masyarakat setempat, Senin, 21 September 2026.

Ketua Kelompok Nelayan Ketaping, Roma Rio Adrian, menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kawasan nelayan pesisir yang lebih produktif, layak huni dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan kawasan pesisir akan memiliki arti penting apabila berjalan seiring dengan penguatan kehidupan ekonomi masyarakat. Penataan permukiman dinilai perlu dibarengi dengan perhatian terhadap aktivitas nelayan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pesisir.

“Pembangunan diharapkan tidak hanya memperhatikan aspek permukiman, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi dan usaha nelayan,” ujar Roma.

Di tengah harapan tersebut, nelayan Ketaping masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan aktivitas melaut. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar minyak atau BBM yang menjadi kebutuhan penting sebelum nelayan berangkat mencari hasil laut.

“Ketersediaan BBM yang terbatas dan sulit diperoleh dapat menghambat aktivitas nelayan serta meningkatkan biaya operasional,” jelasnya.

Bagi nelayan, biaya operasional menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan melaut. Ketika biaya meningkat, sementara hasil tangkapan tidak selalu dapat dipastikan, kondisi tersebut tentu ikut memengaruhi pendapatan yang dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain BBM, masyarakat nelayan juga berharap adanya perhatian terhadap sarana dan prasarana penunjang kegiatan perikanan. Bantuan pemerintah diharapkan dapat diberikan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga keberadaannya benar-benar membantu nelayan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

“Bantuan yang diberikan diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok nelayan sehingga benar-benar dapat mendukung peningkatan produktivitas,” tuturnya.

Karena itu, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat nelayan dinilai menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kawasan pesisir. Dengan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat, berbagai program pembangunan maupun bantuan diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Dengan adanya komunikasi yang baik, berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi nelayan dapat lebih cepat ditindaklanjuti,” ungkap Roma.

Harapan masyarakat sederhana, kawasan pesisir tidak hanya menjadi tempat tinggal yang lebih tertata, tetapi juga menjadi ruang kehidupan yang mampu memberikan kesempatan bagi keluarga nelayan untuk tumbuh dan berkembang. Pengembangan kawasan Ketaping diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan pendapatan, produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dari pesisir Ketaping, dukungan terhadap pembangunan pun berjalan bersama sebuah harapan: agar masyarakat dapat tetap menjaga laut sebagai sumber kehidupan, sementara pemerintah terus hadir melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga. Dengan dukungan yang berkelanjutan dan kerja sama yang baik, kawasan nelayan diharapkan mampu tumbuh menjadi lingkungan yang lebih layak, produktif dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarga-keluarga nelayan.

TIM

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda