



Kupang, 16 Agustus 2026 — Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VII memperkuat langkah penanganan dampak gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan memobilisasi unsur kekuatan laut dan personel untuk mendukung operasi tanggap darurat serta penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.
Upaya tersebut ditandai dengan kedatangan KRI HIU-634 yang dikomandani Letkol Laut (P) Aldwin Hafidz Harsandy di Dermaga A.C. Abineno Kodaeral VII, Kupang. Kehadiran unsur kapal perang tersebut menjadi bagian dari langkah Kodaeral VII dalam mendukung penanganan dampak gempa bumi Flores dan Nagakeo, sekaligus mempersiapkan distribusi bantuan kemanusiaan melalui jalur laut.
Kedatangan KRI HIU-634 disambut langsung oleh Komandan Kodaeral VII Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, CHRMP., M.Tr.Opsla, bersama para Asisten Dankodaeral VII, para Kepala Satuan Kerja Kodaeral VII, Dandema, Danstrol, Dansathantai Kodaeral VII, serta personel Kodaeral VII.
Setelah kapal sandar, Dankodaeral VII menerima Komandan KRI HIU-634 dan dilanjutkan dengan komunikasi terkait langkah-langkah penanganan bencana gempa di wilayah Flores. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi dalam mempersiapkan pengerahan unsur, personel, serta dukungan logistik untuk membantu masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.
Komandan Kodaeral VII Laksamana Muda TNI Joni Sudianto menegaskan bahwa TNI Angkatan Laut siap mengerahkan kemampuan yang dimiliki untuk mendukung operasi tanggap darurat bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.
“Dalam kondisi bencana seperti ini, yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Kodaeral VII siap mengerahkan alutsista dan personel yang diperlukan untuk mendukung proses evakuasi, distribusi bantuan logistik, serta penanganan masyarakat yang terdampak,” tegas Dankodaeral VII.
Menurutnya, mobilisasi bantuan kemanusiaan akan dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Kodaeral VII juga telah menyiapkan dukungan pengumpulan bantuan kebutuhan pokok melalui posko bantuan di Komplek Osmok, Kupang, yang selanjutnya dapat didistribusikan ke wilayah terdampak dengan memanfaatkan jalur laut.
Bantuan yang dipersiapkan mencakup kebutuhan dasar masyarakat, antara lain makanan instan, selimut, pakaian dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Pengiriman melalui jalur laut menjadi salah satu opsi penting untuk menjangkau wilayah terdampak yang membutuhkan dukungan dengan cepat dan efektif.
Selain penanganan langsung, Kodaeral VII juga terus memperkuat koordinasi lintas instansi agar seluruh upaya penanggulangan bencana dapat berjalan terpadu. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat proses evakuasi, distribusi bantuan, serta pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.
Dankodaeral VII juga mengimbau masyarakat di wilayah Flores untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti informasi serta arahan resmi yang disampaikan oleh pemerintah dan instansi berwenang.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, dan jangan mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya. Ikuti selalu arahan resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar penanganan bencana dapat dilakukan dengan baik,” ujarnya.
Kehadiran KRI HIU-634 di Kupang menjadi bagian dari kesiapan Kodaeral VII dalam mendukung operasi kemanusiaan di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dengan kekuatan personel, alutsista dan sarana transportasi laut yang dimiliki, Kodaeral VII berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral VII untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana, mengutamakan keselamatan masyarakat serta memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau mereka yang membutuhkan di wilayah terdampak gempa Flores.